Cari paket wisata Dieng murah?

Thursday, 1 August 2013

Menyusuri Sudut Dieng with Holland Guest

Selasa, 30 July 2013. Mereka berasal dari negeri ujung sana yang penuh dengan air dan kemodern an yaitu Bellanda. Hampir semua orang Belanda/the Dutch sangat mengagumi negeri mantan jajahan nenek moyang mereka. Semenjak Dieng terkenal di mata dunia, wisatawan mancanegara yang banyak mengunjungi Dieng Negri Kahyangan ini adalah Orang Belanda. Ketika kami di perjalanan dengan liku-liku yang indah penuh dengan panorama alam di balik kaca armada kita mereka berguman takjub. Di negara mereka sungguh tak seindah ini. Mereka dari keluarga yang harmonis dan lucu, hampir di sepanjang penuh tawa. Satu keluarga terdiri dari 6 orang, Mama, Papa, Putri nya 3 dan Putra nya 1. Sosok Papa yang lembut dan penuh tawa tergambar di wajah tamu ku ini. Bukan pertama kalinya saya selaku Tour Guide Dieng (Belinda) membawa tamu asing, tapi sudah beratus-ratus kali. he he he. Hal yang sangat menarik kita bicarakan tentang perbedaan-perbedaan yang timbul di dua negara. Sungguh wawasan yang tak ada harganya. Di sepanjang jalan mereka hanya terbengong diam melihat apa yang mereka rasakan melalui citra, rasa dan karsa. Keindahan alam yang disuguhkan Dataran Tinggi Dieng sudah telah menghipnotis siapapun yang menginjak bumi kahyangan ini. Ketika itu kami hanya mengunjungi dua Dieng Object Tourism saja di karenakan waktunya yang sangat terbatas karena ingin melanjutkan perjalanan ke Borobudur. Saya pun selaku Dieng Tour Guide menyajikan cerita di balik saksi nyata yang berdiri tegak diantara pegunungan-pegunungan yang mengelilingi Dieng Plateau. Mereka sangat kagum dengan bangunan kuno yang masih gagah berdiri di tengah peradaban baru ini yaitu kemegahan Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Kata demi kata sayapun mengungkapkan apa sebenarnya di balik saksi bisu itu secara detail baik tersirat ataupun tersurat. Mereka juga sangat ahli dalam bidang ini sehingga kita bisa saling share ilmu. Jarum jam pun terus berputar yang mengharuskan kita menuju tempat berikutnya, Kawah Sikidang. Asap putih tebal yang menggumpal dengan background langit biru sungguh elok pesonanya, itulah gambaran sekilas keindahan di area Kawah Sikidang. Hanya pujian yang terucap dari bibir merah mereka saat melihat gejolak lumpur sulfur (muddy sulfur) yang menggeliat begitu hebat. Fenomena ini sangat langka ditemukan selain di Dataran Tinggi Dieng, Negeri Tempat Para Dewa. Salam hangatpun terucap dari orang Belanda ini dengan menguji keindahan alam karya Tuhan, hingga mereka mengisyaratkan harus kembali ke negeri ini (Dieng) tahunyang akan datang.

0 komentar

Post a Comment